Templates by BIGtheme NET

Cerita Bersambung

Cerbung “Sibayak” 5

Santa Perkeleng hidup bertiga dengan Nini Karo dan turangnya (adik perempuan) bernama Rasta. Keluarga mereka menempati kesain Jambur Tanduk Rumah Berneh, Batukarang. Nini Karonya menghabiskan waktu dengan man belo (makan sirih) sambil bercengkrama dengan para pernanden di Jambur. Sedang Rasta pergi ke juma menuai palawija setia harinya. Bulang Santa Perkeleng seorang legenda Batu Karang. Dia adalah penggual (seniman) terkenal asal ...

Read More »

Cerbung “Sibayak” 4

Batukarang Simalem Dalam bahasa Karo disebut Gereta. Tapi dalam bahasa Indonesia kita sebut saja namanya Kereta untuk menjelaskan kepada anda pedati yang biasanya disebut ditarik oleh kerbau dan lembu. Kereta lembu itu sudah memasuki jalanan kuta. Santa Perkeleng duduk ongkang-ongkang kaki diatasnya sambil mengigit-gigit potongan rumput. Saat orang-orang kuta Batukarang melihatnya melintas lewat mereka menyambutnya senang. Santa Perkeleng pasti telah ...

Read More »

Cerbung “Sibayak” 3

Setelah kapal “Sibayak” itu sudah tidak terlihat lagi, kami kembali ke mobil masing-masing dan pulang ke Batavia. Keluarga Gouverneur Generaal Van Starkenborgh menuju istana di Koningsplein (sekarang jalan Merdeka) sementara kami kembali ke hotel Des Indes. Di hotel termewah di Batavia itu kami disuguhi hidangan tradisional khas Inlander (pribumi). Untuk pertama kali aku bisa mencicipi makanan yang mereka sebut nasi ...

Read More »

Cerbung “Sibayak” 2

Batavia, 1936 “Johan van Oldenbarnevelt” merapatkan tubuhnya di pelabuhan Tanjung Priok. Kuli-kuli pribumi dengan sigap memasuki kapal lalu tawarkan jasa untuk mengangkat barang-barang penumpang. Mereka tidak sampai ke dek kami. Karena dek kami memang tertutup untuk orang-orang berkulit coklat itu. Kata Papa, petugas-petugas pemerintahan akan datang membantu kami. Benar saja, beberapa petugas berwajah Indo masuk ke dek kami lengkap dengan ...

Read More »

Cerbung “Sibayak” 1

Kisah ini aku bukakan kembali padamu. Agar kau lebih mengerti lagi akan arti hidup dan memanfaatkannya. Hidup di zaman yang tidak ingin kau ulang kembali. Hidup di negeri yang tidak terpahami. Namun, bau keringat pribumi dan cucuran darah mereka telah melecut aku akan kesadaran. Kalau perjuangan memang harus disertai pengorbanan. Takkan pernah kulupakan mereka. Takkan pernah kulupakan negeri itu. Orang-orang ...

Read More »