Templates by BIGtheme NET

GT. Surbakti

Gusti Terkelin Surbakti atau yang lebih dikenal dengan GT Surbakti (lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, 20 September 1939; umur 77 tahun) adalah pengusaha Indonesia. Ia merupakan pendiri Lorena Grup yang menaungi beberapa perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi. Selain dikenal sebagai pengusaha dibidang transportasi, pria berdarah  Karo ini juga dikenal sebagai tokoh penting pada Organisasi Angkutan Darat (Organda).

GT Soerbakti menikah dengan Karyani Kumpul Sembiring dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Eka Sari Lorena Surbakti, Dwi Ryanta Surbakti, dan Karina Surbakti.

 

Pendidikan :

  • Sekolah Menengah Atas B (1956-1959)
  • Akademi Militer Nasional (1959-1962)
  • Aplikasi Akademi Militer Nasional (1962-1963)

 

Organisasi :

  • Ketua DPD Organda DKI Jaya – Unit Bus Antar Kota (1977-1979)
  • Ketua DPP Organda – Departemen Khusus (1979-1983)
  • Ketua DPP Organda – Departemen Pembinaan Perusahaan (1983-1987)
  • Ketua DPP Organda (1987-1998)
  • Ketua Umum DPP Organda (1999-2004)
  • Dewan Pertimbangan DPP Organda (2004-2009)
  • Ketua Umum Tetap Perhubungan Kadin (2004-2009)
  • Dewan Pertimbangan Kadin (2009-2014)

 

Pekerjaan :

  • Sebagai Perwira ZENI – TNI AD (1963-1979)
  • Presiden Komisaris PT Eka Sari Lorena (1970-sekarang)
  • Presiden Direktur CV. Kirana (1977-sekarang)
  • Presiden Direktur CV. Kartika (1979-sekarang)

 

Nama Lorena, sebagai perusahaan transportasi sudah dikenal cukup lama. Meski banyak perusahaan sejenis yang gulung tikar, namun Lorena tetap bertahan dan melakukan ekspansi ke berbagai bidang usaha.
 `
Awal G.T. Soerbakti mendirikan usaha transportasi, ia mengaku tak pernah tahu mengenai bisnis ini. Semuanya dilakukan sambil belajar. Pada awalnya, keinginan untuk membuka perusahaan transportasi karena ia selalu merasa tidak nyaman ketika menggunakan bus. Kondisi bus yang sudah tidak bagus dengan fasilitas yang sangat minim membuat ia ingin mendirikan perusahaan bus dengan fasilitas yang bagus.
 `
Di tahun 1970 barulah ia bisa mewujudkan impiannya dengan memiliki dua armada bus jalur Bogor-Jakarta. Dana membeli bus diperolehnya dengan menyewakan rumahnya yang ada di Jakarta. Setahun kemudian, Soerbakti sudah berani membeli  enam bus baru dengan pendanaan dari bank. Tiga tahun berdiri, ia menambah trayek, yaitu Jakarta-Bandung. Bahkan dia pernah merasakan masa keemasan untuk trayek ini. ”Karena begitu besarnya permintaan, pernah 35 bus perhari ke Jakarta–Bandung,” ucapnya bangga.
 `
Kini dengan pengalaman 44 tahun, Lorena telah berkembang begitu pesatnya. Bahkan perusahaan transportasi ini telah mengembangkan usahanya ke lini bisnis yang lain, seperti perkebunan kelapa sawit, pom bensin,  kurir dan logistic serta charter & Rental.
 `
Menguasai Jalur Jawa
 `
Dari awal berdiri, Lorena terus menambah jalur transportasinya. Sekarang ini Lorena sudah menguasai jalur Jawa dan Bali, dan terus menambah jalurnya di Sumatera. Tak hanya itu, Lorena juga menjalankan koridor Busway (Transjakarta). “Saya hanya mau berbisnis untuk kendaraan-kendaraan yang nyaman untuk penumpang. Karena itu, dari awal berdiri Lorena, saya menggunakan bus Mercedes Benz yang nyaman,” ungkap Gt Soerbakti, CEO Lorena Group.
 `
Soerbakti mengaku busnya merupakan trayek antar kota dan antar provinsi, dan cukup kuat di jalur Jawa, dan hampir seluruh kota di Jawa Lorena ada. Bali juga menjadi pilihan Lorena untuk masuk ke pulau wisata tersebut. Selain itu Sumatera juga daerah yang terus dijangkau oleh Lorena. “Fokus kami masih di tiga jalur pulau tersebut,” tuturnya.
`
Dalam pandangan Soerbakti, angkutan darat memiliki segmen tersendiri, meski sekarang ini harga transportasi udara sudah terjangkau oleh masyarakat. Tapi jalur darat masih tetap diminati, terbukti busnya tetap penuh terisi memberikan pelayanan antar provinsi. “Banyak daerah-daerah di Indonesia ini jauh dari bandara, sehingga mereka lebih memilih bus yang sampai tak jauh dari rumahnya. Kalau mereka naik pesawat, masih harus naik bus lagi untuk bisa sampai ke daerahnya,” ungkapnya menerangkan.
 `
Dengan pandangan tersebut, Soerbakti yakin bisnis transportasi darat masih memiliki prospek yang baik di masa akan datang. Karena itu, ia terus meningkatkan pelayanan kepada penumpang sehingga merasa nyaman dan aman menggunakan bus Lorena. Diakui Soerbakti, bisnis transportasi persaingannya cukup ketat. Saat ini PT. Lorena Holding Company telah memiliki 500-an kendaraan, dan ke depannya akan terus menambah armada, seiring dengan penambahan jalur.
 `
Kondisi sulit perusahaan transportasi, menurut Soerbakti terjadi bila harga minyak naik, sementara kenaikan ongkos tidak mungkin langsung dinaikkan. “Saya masih ingat ketika tahun 2005 harga minyak naik 100 persen, sementara ongkos tidak mungkin naik secara langsung. Harga spare part kendaraan juga ikut naik, banyak perusahaan transportasi yang tidak kuat menanggung beban dan akhirnya tutup atau menjual perusahaannya,” ungkap Soerbakti.
 `
Namun saat itu Soerbakti memandang dari sisi berbeda. Meski kondisi sulit pasti ada peluang. Menurut Soerbakti, pada saat harga bahan bakar naik dan ongkos juga naik, maka sebagian orang akan memilih menggunakan bus daripada pesawat, karena kemampuan mereka berkurang. Begitu juga pada saat krisis moneter, peningkatan orang untuk menggunakan jalur darat meningkat. Kesempatan ini digunakan Lorena untuk melayani masyarakat pengguna jasa angkutan umum bus antar kota antar propinsi (AKAP) dengan sungguh-sungguh memberikan pelayanan prima. Motto usaha adalah mengutamakan kepuasan pelanggan yaitu  SABAR, SOPAN dan SENYUM. Terbukti hingga kini, Lorena tetap jaya sebagai perusahaan transportasi.
`
Lorena selalu memberikan pelatihan kepada para karyawannya, terutama pengemudi untuk selalu ramah , rapih dan bersih kepada penumpang. Selain itu, untuk kenyamanan para penumpang di tempat menunggu penumpang disediakan kamar untuk istirahat, WC yang bersih, mesin ATM, tentu saja ruang tunggu yang nyaman. Sehingga, para penumpang menunggu dengan perasaaan yang nyaman.
 `
Dari Tentara menjadi Pengusaha
 `
Mungkin banyak orang yang tak menyangka Gusti Terkelin Soerbakti atau yang lebih dikenal dengan sebutan GT Soerbakti, pendiri perusahaan Lorena Group ini dulunya adalah seorang tentara. Pria kelahiran Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara ini menamatkan Sekolah Menengah Atas di kampung halamannya, setelah itu melanjutkan pendidikan di Akademi Militer Nasional dan kemudian bergabung dengan Korps Zeni – TNI Angkatan Darat.
 `
Ketika ia menempuh pendidikan di Bogor, setiap Sabtu sore ia pulang ke Jakarta, yang menjadi tempat tinggalnya. Pria kelahiran 20 September 1939 ini selalu menggunakan bus untuk menuju ke Jakarta. Ia melihat bus yang ia tumpangi kebanyakan bukan hanya busnya yang sudah jelek, tapi pelayanan sopir dan kondektur pun membuat para penumpang tidak nyaman.
Terpikirkan oleh Soerbakti yang saat ini menjabat sebagai komandan Dump Truck 1 Zeni TNI-AD, seandainya saja ia memiliki perusahaan bus, maka bus miliknya harus bagus, dan para pekerjanya memiliki etika yang baik. Di tahun 1970, ia mewujudkan mimpinya dari hasil mengontrakkan rumahnya dan membeli dua armada bus. “Waktu itu belum ada pool bus. Bus diletakkan di bawah pohon di pinggir jalan,” ucapnya mengenang masa awal ia mendirikan usaha.
 `
Sudah menjadi komitmen awal, maka bus-bus Lorena selalu bagus, lapang dan nyaman selain itu pengemudi dan kondekturnya ramah, sehingga semua pelayanan itu membuat penumpang nyaman. Seiring waktu, Lorena terus berkembang dengan penambahan bus dan trayek. Ketika Soerbakti telah memiliki 50 bus, ia memutuskan untuk keluar dari militer dan fokus mengurus usaha transportasinya. Ketika itu pangkatnya sudah Letnan Kolonel. “Berat bagi saya tetap di militer dan harus mengurus bisnis, akhirnya saya putuskan untuk ke luar,” ujarnya.
 `
Penghargaan
 `
Pengusaha low profile ini sukses membesarkan perusahaan transportasinya, dari hanya dua armada menjadi 500-an armada. Ke depannya, ia berharap akan terus menambah armada dan jalur perjalanan bus dengan merek Lorena dan Karina. Soerbakti mengaku, keberhasilannya sejauh ini bukan karena ia pintar, tetapi hanya sebuah kebetulan. “Saya tidak belajar dari perusahaan transportasi lain, tapi saya menganalisa sendiri dan menjalankan apa yang menurut saya baik,” ungkap  pria ramah ini.
Semua permasalahan yang dihadapi perusahaannya, ia menyelesaikan dengan analisanya tanpa belajar atau menyontek cara berbisnis orang lain.
Sekarang ini, dengan terus mengembangkan usahanya dan tidak henti untuk memberikan layanan terbaiknya, pada tahun 2003 PT. Eka Sari Lorena Transport berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000, di mana Lorena merupakan perusahaan transportasi darat pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000.
Selain itu Lorena acapkali mendapatkan berbagai penghargaan dari konsumen dan sertifikat pengakuan dari berbagai lembaga pemerintah maupun internasional, diantaranya :
 `
• Penghargaan Managemen Transportasi Darat & Depo Terbaik di DKI dari Departemen Perhubungan R.I
• Golden Asia Award, For Service Excellence, Hongkong
• New Millennium Award,  International Transportation Award, Brussels – Belgium.
• Lifetime Achievement Award dari Ernst & Young Entrepeneur Of The Year 2003
• Indonesia kepada Bp. Gusti Terkelin Soerbakti, President LORENA Group
• Penghargaan Pemilihan Kinerja Perusahaan Otobis terbaik Tingkat Nasional dari Departemen Perhubungan R.I.
• Penerima penghargaan Pengemudi Bus AKAP Terbaik di DKI dan Indonesia dari Departemen Perhubungan R.I.
`
Awet Muda 
`
Coba perhatikan wajah pria berkumis ini, siapa sangka usianya sudah 75 tahun.  Menurut Soerbakti, tak ada resep khusus ia bisa awet muda, namun olahraga selalu rutin dilakukannya. Saat ini olahraga yang dilakoninya adalah Gym dan filates.
Hebatnya lagi, kakek lima cucu ini memiliki izin untuk menerbangkan pesawat, Cessna. Izin terbang itu dia peroleh di usia 70-an. Itu menjadi hobi baru beberapa tahun belakangan ini. Dulunya Soerbakti sangat menyukai golf. Karena pada saat golf itulah ia bisa berkumpul dengan teman-teman seusianya sambil bersendagurau. Tapi karena alasan kesehatan, Soerbakti tidak bisa sering-sering melakukan olahraga ini lagi.
 `
Di usianya yang tidak muda lagi, Soerbakti tetap semangat menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Ia mengaku masih rutin datang ke kantor, meski saat ini ketiga anaknya membantu dirinya mengembangkan perusahaan. “Sekarang ini, anak-anak saya yang lebih banyak menghandle bisnis ini,” terangnya.
 `
Sementara, istri tercinta meski disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial, di antaranya kegiatan keagamaan, tapi tetap berkontribusi dengan menjadi komisaris di berbagai perusahaan di bawah Lorena Group.
 `
Sumber : Wikipedia & Kronosnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.