Templates by BIGtheme NET

Kalimbubu

Kalimbubu ialah pihak keluarga perempuan yang dikawini. Dalam hal ini bila pihak kita kawin dengan seorang perempuan, maka keluarga pihak perempuan itu adalah kalimbubu kita. Disebabkan adanya perkawinan tersebut maka nenek, ayah dan anak-anaknya semua telah masuk jadi golongan kalimbubu.

Dalam adat Karo kedudukan kalimbubu sangat dihormati, malah disebutkan dengan istilah “Dibata ni Idah” artinya Tuhan yang dapat dilihat. Kalimbubu punya perbedaan dengan sukut/sembuyak, karena kalimbubu dibedakan secara berjenjang mulai dari atas sampai ke bawah. Oleh karena itu kalimbubu untuk setiap jenjang atau tingkatan diberi namanya untuk dapat membedakannya.

Kalimbubu menurut jenjang/tingkatannya sebagai berikut :

  • Kalimbubu taneh disebut juga kalimbubu simajek lulang, ialah kalimbubu yang termasuk pendiri kampung. Jadi dalam hal ini dikaitkan dengan sejarah dan seterusnya golongannya tetap dihargai dan dikenal dengan nama itu.
  • Kalimbubu bena-bena, ialah kalimbubu setingkat empung, dalam hal ini termasuk saudara, anak dan keturunannya.
  • Kalimbubu tua, ialah kalimbubu setingkat nenek, dalam hal ini termasuk saudaranya, anak dan cucunya.
  • Kalimbubu simada dareh, ialah kalimbubu setingkat ayah, termasuk bapak, saudara dan anaknya.
  • Kalimbubu iperdemui, ialah kalimbubu langsung karena anak perempuannya dikawini, dalam hal ini termasuk bapaknya, saudara dan anaknya.

Selain ragam kalimbubu yang telah diuraikan tersebut masih ada golongan kalimbubu lain yaitu :

  • Puang kalimbubu ialah semua kalimbubu dari kalimbubu itu sendiri dengan berbagai tingkatannya.
  • Puang puang ialah puang kalimbubu dari kalimbubu itu sendiri, termasuk semua tingkatan dari puang nu puang.

 

Pilar Budaya Karo © Mejuahjuah.net

Leave a Reply

Your email address will not be published.